Tag: Morita

Jenis-Jenis Lantai Dan Cara Membersihkannya

Salah satu faktor untuk membuat rumah lebih indah terasa lebih nyaman yaitu dengan memilih lantai yang cocok untuk anda, Berikut kami rangkum jenis-jenis lantai dan tips untuk membersihkannya:

  1. Ubin/keramik

Mayoritas rumah menggunakan lantai jenis ubin/keramik. Perawatannya cenderung mudah. Cukup dibersihkan dengan pembersih lantai dan sikat menggunakan sikat khusus atau di pel dengan kain. Bersihkan setiap dua hari sekali.

  1. Marmer & Granit

Marmer berasal dari batuan alam. Untuk jenis lantai ini direkomendasikan untuk mengepel debu setidaknya dua atau tiga kali sehari di lantai yang sering dilalui.

Untuk membersihkannya dapat digunakan air hangat dan cairan pembersih dengan pH netral untuk menghindari warna marmer pudar dan merusak pelindung. Kemudian digunakan kain pel yang lembut agar tidak merusak permukaan marmer

  1. Vinyl

Lantai vinyl terbuat dar i material Polyvinyl Chloride (PVC).  Jenis lantai vinyl ini lebih lembut dibandingkan dengan lantai keramik. Warna lantai vinyl akan pudar apabila sering terpapar sinar matahari langsung sehingga lantai vinyl perlu diberi pelapis anti sinar UV.

Untuk membersihkan lantai jenis vinyl perlu dibersihkan emnggunakana pembersih khusus.

Lantai vinyl rentan terhadap kerusakan dan perubahan warna permanen saat terkena bahan kimia dan karet tertentu, jadi jangan menggunakan pembersih yang bersifat keras dan kasar, menggunakan karpet dengan alas karet atau alas kaki dengan sol karet. Jangan bersihkan lantai vinil Anda dengan bubuk abrasif atau sabun, aseton, lilin, pernis, pembersih uap atau pembersih berbahan dasar minyak.

Cara membersihkan lantai vinyl yaitu dengan menggunakan penyedot debu atau mengepel lantai Anda secara teratur, sekali atau dua kali seminggu menggunakan pembersih lantai khusus lantai vinyl. Basahi pel lantai sesuai petunjuk pada pembersih lantai vinyl yang direkomendasikan setiap seminggu sekali.

  1. Lantai laminasi

Lantai ini memiliki motif kayu dan terbuat dari beberapa bahan kimia dan serbuk kayu dengan kualitas tertinggi. Lantai laminasi merupakan lantai tahan noda, tahan pudar, tahan lama, dan sangat cocok untuk aplikasi lalu lintas sedang. Banyak pemilik rumah menyukai lantai kayu laminasi karena cukup mudah dirawat.

Kelemahan dari lantai ini yaitu tidak tahan terhadap kelembaban. Untuk membersihkannya sebaiknya hindari menggunakan steel wool/serabut stainless, amonia, pembersih terklorinasi atau abrasif.

Cara membersihkannya yaitu disapu dan disedot secara menyeluruh setidaknya seminggu sekali menggunakan pembersih lantai biasa. Dapat dipel setiap minggu menggunakan pembersih lembut pH netral dan keringkan. Segera atasi noda dan jangan biarkan air menggenang atau mengendap di lantai laminasi.

  1. Beton

Banyak bisnis industri memilih untuk memasang lantai beton, karena merupakan pilihan paling tahan lama yang tersedia. Bahan ini sangat mudah dibersihkan dengan sapu tetapi untuk menghilangkan noda, pengguna harus menggunakan bahan kimia dan scrub atau pencuci abrasif serta dapat disikat atau di pel.

  1. Karpet

Salah satu jenis lantai yang umum digunakan. Ada banyak jenis karpet yang tersedia. Jenis lantai ini biasanya dibersihkan menggunakan penyedot debu, dan untuk menghilangkan noda dapat digunakan detergen untuk karpet. Terkadang karpet membutuhkan pembersihan yang mendalam menggunakan steamer khusus.

 

Referensi:

Twenty & Oak. 2021. The Definitive Guide To Floor Care For All Flooring Types. Tersedia online di: https://twentyandoak.com/faq/common-questions/the-definitive-guide-to-floor-care-for-all-flooring-types

Talarico, Frank. 2017. Flooring Types And Care Instructions. Tersedia online di: https://www.servicemasterclean.com/tbs/local-blog/2017/august/flooring-types-and-care-instructions/

PENEMU NOBEL HEPATITIS C, SELANJUTNYA AKANKAH ADA PENEMU NOBEL COVID

PENEMU NOBEL HEPATITIS C, SELANJUTNYA AKANKAH ADA PENEMU NOBEL UNTUK COVID-19?

MORITA – Belum lama ini, tanggal 6 Oktober 2020, The New York Times melaporkan Tiga ilmuwan yakni Harvey J. Alter, Michael Houghton and Charles M. Rice telah memberikan kontribusi dalam penemuan virus Hepatitis C.

Hal tersebut ditemukan melalui isolasi sekuens genetic virus dan dianugerahi Nobel Prize in Physiology or Medicine 2020.

Penemuan tersebut mampu digunakan untuk menghasilkan blood test yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi infeksi virus Hepatitis C.

Baca juga: JANGAN LENGAH, CEGAH COVID KLASTER KELUARGA

Hepatitis C merupakan jenis hepatitis yang ditularkan melalui darah, dan menjadi masalah kesehatan global utama.

Hal ini yang menyebabkan sirosis dan kanker hati pada orang-orang di seluruh dunia1.

Selain Hepatitis C, virus yang sedang marak diperbincangkan di seluruh dunia pada kondisi pandemi saat ini adalah SARS-CoV-2 (COVID-19).

Illustration: (google)

Virus SARS-CoV-2 memasuki sel inang dengan cara berikatan dengan suatu reseptor di permukaan sel yang disebut Angiotensin Converting Enzyme 2 (ACE2).

Kemudian virus SARS-CoV-2 akan memulai mereplikasi diri.

Virus ini juga berpotensi menginfeksi beberapa organ seperti paru-paru, arteri, jantung, ginjal dan usus karena keberadaan ACE2 yang juga ditemukan pada permukaan sel organ-organ tersebut.

Penanganan terhadap penyakit tersebut telah diupayakan oleh banyak pihak baik pemerintah, pelayanan kesehatan, ilmuwan dan masyarakat.

Upaya tersebut antara lain: penemuan vaksin dan obat-obatan yang dapat menangani infeksi virus SARS-CoV-2.

Pengembangan vaksin dilakukan untuk memicu protective immune responses, utamanya pada virus-neutralizing antibodies specific untuk SARS-CoV-2.

Berdasarkan data WHO pada tanggal 2 Oktober 20202, terdapat 42 kandidat vaksin dalam uji klinis dan 151 kandidat vaksin dalam uji preklinis.

Vaksin-vaksin yang dalam uji klinis menggunakan vaccine platform antara lain inaktif, Non-Replicating Viral Vector, Replicating Viral Vector, protein subunit, RNA, DNA dan VLP. 

Saat ini di Indonesia telah dilakukan pula uji klinik fase III terhadap vaksin sinovac oleh PT. Bio Farma bekerja sama dengan FK Unpad.

Melihat dari luasnya pandemi serta banyaknya kasus dari COVID-19, ilmuwan-ilmuwan tengah berusaha untuk menemukan vaksin yang mampu menjadi jawaban atas permasalahan pandemi COVID-19 ini.

Akankah penemu vaksin tersebut nantinya akan dianugerahi penghargaan nobel juga?

Saat ini juga BPOM telah menerbitkan izin penggunaan dalam kondisi darurat (Emergency Use Authorization/ EUA) untuk obat Favipiravir dan Remdesivir.

Favipiravir digunakan untuk pasien derajat ringan dan sedang yang dirawat di rumah sakit.

Remdesivir digunakan untuk pasien derajat berat yang dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Mengapa Harus Memilih Hand Sanitizer Alkohol 80%?

Mekanisme kerja Favipiravir yakni berubah menjadi bentuk aktifnya, favipiravir-RTP yang secara selektif menginhibisi RNA polymerase dan mencegah replikasi viral genome3.

Sedangkan Remdesivir merupakan analog nukleosida yang dapat menghambat RNA polymerase dan menghentikan proses transkripsi RNA.

Namun penggunaan obat ini tidak dapat dikonsumsi secara bebas sehingga hal yang dapat dilakukan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 adalah dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Selanjutnya, mencuci tangan secara berlebihan dapat mengiritasi tangan karena pH dari sabun yang bersifat basa.

Sehingga penggunaan hand sanitizer dapat lebih menjadi pilihan, karena memiliki pH 4-7 yang sesuai dengan rentang pH kulit.

WHO merekomendasikanformulasi untuk Hand Sanitizer dengan kadar etanol 80% v/v atau isopropil alcohol 75% v/v. (Sumber: Guide to Local Production: WHO-recommended Handrub Formulations)

Kandungan alkohol pada hand sanitizer akan menonaktifkan protein dalam membrane sel virus dan melarutkan lapisan lemak dibagian luar virus.

Contoh produk hand sanitizer yang dapat menjadi pilihan masyarakat saat ini adalah Morita Hand Sanitizer, karena diformulasikan berdasarkan rekomendasi WHO, memiliki pH 6, serta mengandung senyawa humektan berupa gliserol sehingga tidak menyebabkan iritasi dan kekeringan pada tangan. (RND)

5-CARA-AMPUH-TERIMA-PAKET-SAAT-PANDEMI-CARI-TAHU-YUK-750x400

Mengapa Harus Memilih Hand Sanitizer Alkohol 80%?

St Morita Farma memproduksi Hand Sanitizer berbasis alcohol dalam dua bentuk sediaan yaitu Gel dan Liquid dengan 3 varian aroma yaitu original, strawberry, serta lime.

Diproduksi sesuai dengan standar WHO (World Health Organization), penggunaan hand sanitizer St Morita Farma merupakan salah satu cara terbaik untuk membunuh bakteri, jamur, serta virus sehingga dapat mencegah penyebaran infeksi.

Komposisi Hand Sanitizer St Morita tersusun dari senyawa bahan aktif berupa etil alcohol (etanol), senyawa humektan berupa gliserol, serta material pendukung lainnya. Saat ini, Hand Sanitizer St Morita Farma tersedia dalam 2 jenis formulasi.

Formulasi pertama menggunakan ethanol 80% sebagai bahan aktif sedangkan formulasi kedua menggunakan bahan aktif ethanol 62.5% ditambah dengan triklosan 0.3%.

Kandungan etanol 80% baik digunakan sebagai desinfektan untuk kulit karena mampu membunuh berbagai macam virus salah satunya yaitu virus Corona.

Sedangkan kandungan ethanol di atas 95% dinilai kurang efektif untuk membunuh virus karena kurangnya kandungan air dalam larutan yang berfungsi untuk mempercepat reaksi denaturasi protesin pada virus dan bakteri.

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Tengah Pandemi

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Tengah Pandemi

MORITA – Tak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan mulai dari kesehatan, perekonomian, keuangan hingga pada pendidikan dan lainnya.

Dari aspek pendidikan sendiri, pandemi yang melanda seluruh dunia dan Indonesia.

Ini mengharuskan para siswa dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi untuk belajar dari rumah secara daring.

Kekurangan dan kelemahan dari sekolah atau belajar secara daring dari rumah sudah terlihat oleh semua orang.

Meskipun proses adaptasi dari tenaga pendidik, siswa dan orang tua sudah terjadi cukup lama dan semakin terbiasa, hambatan-hambatan dan tantangan akan tetap ada.

“Walaupun sudah terbiasa dan tidak gagap, pembelajaran secara daring sejauh ini terkadang terasa membosankan dan melelahkan karena tidak adanya interaksi yang biasanya dilakukan” kata salah seorang mahasiswi Universitas Diponegoro.

Memang dalam sekolah daring ini, gangguan sinyal, keterbatasan perangkat online, keterbatasan kuota disertai rasa bosan, lelah dll menjadi beberapa hambatan dan tantangannya.

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Di sisi lain, ada tantangan tersendiri yang berbeda dengan hambatan dan tantangan diatas dimana hal itu dirasakan oleh anak tanpa berkebutuhan khusus.

Anak berkebutuhan khusus adalah kelompok yang terpukul secara mental dan fisik.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, jumlah anak yang berkebutuhan khusus di Indonesia mencapai 1,6 juta.

Dilansir dari CNN Indonesia, bahwa ditengah pandemi Covid-19 serta ketidakstabilan emosi siswa dengan kebutuhan khusus menjadi tantangan dalam proses pembelajaran jarak jauh.

Pendidikan Anak Jarak Jauh

Menurut pendidiknya, dalam pembelajaran jarak jauh ini seorang ABK sulit merespons informasi yang masuk melalui panca indera akibat hambatan otak;

dan ini yang membedakan dengan anak pada umumnya.

Seorang ABK yang biasanya meluapkan perasaan dan tindakannya baik amarah atau kebahagiaan secara langsung kepada pendidik.

Di pandemi ini tidak bisa dilakukan sehingga hal ini menjadi kekhawatiran dari pendidik.

Seorang ABK dalam pembelajaran jarak jauh sangat bertumpu pada orang tua; karena mereka belum bisa untuk mandiri.

Masalah lainnya yang mungkin akan muncul adalah orang tua yang harus bekerja, tidak sanggup mengurus anaknya 24 jam, dsb.

Selanjutnya, pada kasus lain anak berkebutuhan khusus menemukan kenyamanan dalam rutinitas.

Ketika rutinitas terputus, maka mereka cenderung cemas dan berperilaku tidak biasanya. Harus mempertahankan rutinitas itu, namun bukan hal yang mudah.

Menurut seorang asisten pengajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Watkins Mill High School, di Gaithersburg, Maryland, Paramita Hidayat, pandemi Covid-19 mengacaukan kehidupan semua anak khususnya ABK.

Para orang tua dan pakar anak tidak hanya mencemaskan kondisi emosional mereka, namun juga bagaimana kurangnya pendekatan perorangan akan mempengaruhi kehidupan mereka dalam jangka panjang. (Dilansir dari VOA Indonesia)

Temukan Solusi

Hetifah, wakil ketua komisi X DPR RI mengatakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan harus mencari solusi terkait hal ini.

Hetifah juga mengatakan program pembelajaran daring untuk ABK bisa menggunakan televisi sehingga bisa dijangkau semua siswa.

Dan membuat konten dan program yang ramah disabilitas, buku bacaan untuk tunanetra, terjemahan bahasa isyarat dsb.

Tetapi sejauh ini mungkin sudah bisa dilihat terkait adanya terjemahan bahasa isyarat yang selalu ada di televise.

Namun, tidak menjadi solusi utama dalam hal pendekatan langsung kepada ABK ini sendiri.

Sehingga solusi masih sangat dibutuhkan mengingat anak berkebutuhan khusus membutuhkan kepedulian yang lebih dari anak biasa.

Penulis: Naomi

YUK LEBIH HATI-HATI! PERHATIKAN TEMPAT PENYIMPANAN HAND SANITIZERMU

MORITA Indonesia – Tak bisa dipungkiri, hand sanitizer menjadi salah satu barang yang sangat dibutuhkan orang-orang saat ini.

Semenjak WHO dan pemerintah mengumumkan hand sanitizer sebagai salah satu alternatif untuk mencegah datangnya kuman dan virus selain air dan sabun; penyanitasi ini selalu dicari dan dibeli oleh masyarakat.

Terlebih lagi sangat praktis dan bisa di bawa kemanapun dan kapanpun. Namun, siapa menyangka bahwa penyanitasi ini bisa juga membahayakan penggunanya.

YUK LEBIH HATI_HATI! PERHATIKAN TEMPAT PENYIMPANAN HAND SANITIZER 1
Olivia Layla. Foto: Cartoq

Dilansir dari kumparan, Olivia Layla seorang gadis berusia 11 tahun di Inggris terkena ledakan hand sanitizer pada tangannya.

Hal itu tejadi di mobilnya, saat Olivia dan ibunya sedang pergi keluar rumah.

Baca juga: 5 CARA AMPUH TERIMA PAKET SAAT PANDEMI, CARI TAHU YUK!

Dijelaskan bahwa, ia hendak menggunakan penyanitasi yang ternyata sudah disimpan selama 4 minggu didalam mobil dan terkena paparan cahaya matahari secara langsung.

Tutup botol meledak dan menyemburkan cairan gel panas dan mengenai gadis berusia 11 tahun itu, naasnya juga mengenai matanya.

YUK LEBIH HATI_HATI! PERHATIKAN TEMPAT PENYIMPANAN HAND SANITIZER 2
Foto 2: Dailynews UK

Apakah aman menaruh hand sanitizer dalam mobil?

Terkait kasus diatas, meyakinkan pengguna bahwa tidak aman menyimpan penyanitasi di mobil.

Namun dilansir dari insider, Taylor Grabes seorang esiden anestesiologi di University of California San Diego dan pendiri ASAP IVs, sebuah perusahaan hidrasi dan kesehatan mengatakan bahwa membiarkan pembersih tangan dalam mobil aman.

Taylor menjelaskan bahwa tanggal kadaluwarsa adalah perkiraan waktu saat konsentrasi alkohol turun dibawah 60% karena penguapan.

Namun jika disimpan dalam keadaan tertutup tidak akan mempercepat proses penguapan ini.

Penguapan akan diperlambat selama tutup atau pompa penyanitasi dalam keadaan tertutup. Namun jika terbuka, suhu tinggi dalam mobil dapat mempercepat penguapan.

Namun perlu diingat selama hand sanitizer tertutup, anda dapat menaruhnya dalam mobil untuk sementara; dan bukan untuk jangka waktu yang lama dan di bawah paparan cahaya matahari langsung.

Dimana kah sebaiknya menaruh hand sanitizer?

Memperhatikan tempat penaruhan hand sanitizer menjadi sangat penting.

Masih dilansir dari insider, Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan agar hand sanitizer disimpan antara 59 hingga 86 derajat farenheit dan hindari panas berlebihan diatas 104 derajat farenheit.

Seperti halnya ditaruh dalam mobil yang berada dibawah sinar matahari akan menjadi cepat panas, hal itu lah yang menyebabkan bisa meledak.  Sehingga sebaiknya tinggalkan penyanitasi di tempat yang bersuhu lebih sejuk.

Tempat terbaik menaruh hand sanitizer, baik dirumah dan terlebih lagi di tempat kerja adalah sebagai berikut:

  1. Kamar mandi; mengantisipasi siapapun yang terburu-buru dan tidak membilas tangannya dengan sabun dan air.
  2. Restoran atau kantin; namun hal ini tidak menjadi pengganti mencuci tangan dengan sabun.
  3. Ruang pertemuan; menjadi tempat yang riskan saat adanya pertemuan orang banyak atau karyawan.
  4. Meja kerja; dengan tidak terkena cahaya matahari langsung, ini menjadi tempat paling efektif untuk menaruh hand sanitizer sehingga sebelum dan seusai kerja bisa langsung menggunakan penyanitasi tersebut.

Intinya, taruh hand sanitizer mu di lokasi atau tempat yang sejuk dan tidak terpapar cahaya matahari secara langsung.

Penulis: Naomi

5 CARA AMPUH TERIMA PAKET SAAT PANDEMI, CARI TAHU YUK!

MORITA Indonesia – Ditengah pandemi covid-19, pemerintah masih menghimbau masyarakat untuk sebisa mungkin work from home, study from home dan melakukan kegiatan lainnya di rumah saja. Walaupun telah diterapkan new normal, masyarakat tetap dihimbau untuk sebisa mungkin stay at home.

Hal ini berdampak juga dengan perubahaan kebiasaan masyarakat. Saat ini, banyak orang lebih memilih berbelanja secara online; mulai dari makanan hingga keperluan pribadi lainnya.

Dilansir dari kompas.com, menurut WHO, menerima paket online dari wilayah manapun masih terbilang aman. Resiko tertular virus dari paket atau benda yang dipindahkan juga rendah.

Dilansir dari Business Insider, tidak memungkinkan orang terpapar virus melalui paket kardus, karena virus sendiri tidak dapat bertahan lama dipermukaan yang keras.

Baca juga: LAWAN CORONA, DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN BERSAMA MORITA INDONESIA

Namun disarankan, tidak menerima paket secara langsung; bisa dikatakan kepada jasa pengirim untuk diletakan didepan pintu atau di tempat yang telah disediakan.

Virus Bertahan Di Permukaan Benda

Sebuah studi dari National Institutes of Health mengemukakakan bahwa virus Covid-19 dapat bertahan hingga 3 hari pada plastik dan baja.

Bertahan pada kertas karton selama 24 jam. Bertahan hingga 4 hari pada kayu dan kaca serta bertahan hingga 5 hari pada logam, plastic dan keramik pada suhu 68 derajat Farenheit.

5 Cara Ampuh Terima Paket

Oleh karena itu, perlu juga mengetahui cara-cara yang baik dan benar saat menerima paket. Walaupun kecil kemungkinannya, melihat virus yang masih bisa bertahan dipermukaan benda diatas maka perlu untuk memastikan benda aman sebelum memasuki rumah.

Baca juga: New Normal dalam Perspektif Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Berikut ini 5 cara ampuh dalam menerima paket yang dilansir dari Journal Sociolla:

  1. Minimalisir kontak langsung dengan kurir.
    Seperti yang kita tahu dan lakukan saat ini adalah jaga jarak dengan siapapun termasuk kurir. Beberapa alternatif telah ditawarkan dan bisa dilakukan, yakni dengan menyediakan tempat khusus paket di luar rumah sehingga kurir bisa langsung meletakannya tampa bersentuhan dengan kita. Selain itu, sebaiknya bisa lakukan pembayaran secara digital melalui dompet-dompet digital.Bisa juga dengan pembayaran langsung yang di taruh amplop dan diletakkan di tempat khusus tersebut. Namun ingat, tetap pastikan etika dalam berhubungan dengan kurirnya ya.
  1. Gunakan sarung tangan.
    Untuk yang mengharuskan menerima langsung paket barangnya, bisa gunakan sarung tangan yang sekali pakai atau bisa dicuci ya.
  1. Hindari menyentuh wajah.
    Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Nah mengingat virus cepat menyebar melalui area wajah, maka sangat dianjurkan untuk tidak menyentuh area wajah saat pengambilan paket dan sebelum membersihkan paket dan tangan.
  1. Semprot barang dengan Desinfektan.
    Paket yang merupakan barang dan bukan makanan atau minuman, bisa disemprot terlebih dahulu menggunakan Desinfektan. Hal ini untuk memastikan barang terhindar dari kemungkinan paparan virus dari tangan-tangan produsen dan kurirnya. Pastikan juga anda sudah membuang bungkusnya sebelum masuk ke dalam rumah.Anda dapat memesan desinfektan dari Morita Indonesia di Lazada, Shopee dan Tokopedia.
  1. Cuci tangan setelah menerima paket.
    Hal yang terpenting setelah melakukan ke-4 cara diatas adalah dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Cuci tangan setidaknya 20 detik dan pastikan setiap sela jari-jari terkena sabun dari terbilas air.

Dengan 5 cara ampuh diatas yang dilakukan secara disiplin dan benar, maka anda tidak perlu khawatir lagi saat menerima paket. Paket terhindar dari kuman dan virus, anda juga senang mendapatkan kebutuhan anda. Salam sehat.

Penulis: Naomi

LAWAN CORONA, DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN BERSAMA MORITA INDONESIA

MORITA Indonesia – Pandemi covid 19 masih tetap ada di Global bahkan di Indonesia. Tidak ada yang tahu pasti covid 19 ini akan hilang dari muka bumi, hal ini semakin diperjelas oleh WHO yang dilansir dari laman Kemkes.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengeluarkan rilis bahwa dalam waktu singkat virus corona ini tidak akan hilang dari muka bumi.

Dilansir dari BBC, “Virus ini kemungkinan hanya menjadi endemic virus dan kemungkinan tidak akan pernah hilang. Saya pikir menjadi penting agar kita realistis dan saya tidak berpikir siapa pun dapat memprediksi kapan penyakit ini akan hilang” kata Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan.

Hal ini semakin diperkuat dengan data statistik Satuan Tugas Penanganan COVID 19 Indonesia bahwa total terkonfrimasi positif covid 19 per tanggal 2 September di Global (216 negara) mencapai 17.660.523 dan meninggal sejumlah 680.894.

Baca juga: Berangkat dari Sejarah Hari Pelanggan Nasional Menuju Senyuman untuk Para Pelanggan MORITA Indonesia

Dengan sebaran data, Indonesia mencapai 194.109 korban positif covid 19 pertangaal 6 September 2020. Yang masih terus meningkat perharinya.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini sudah memulai kebiasan baru yang disebut new normal, untuk bisa menstabilkan perekonomian di Indonesia juga.

Namun hal ini bukan berarti menyerah pada keadaan tetapi tetap berjuang bersama-sama melawan corona dengan adaptasi pola hidup yang baru sesuai protokol kesehatan.

Ilustrasi
Ilustrasi

Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Dengan Hand Sanitizer

Salah satu hal yang terpenting saat ini adalah tetap disiplin menerapkan protocol kesehatan yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga makan dan menggunakan hand sanitizer.

Hand sanitizer merupakan salah satu kebutuhan yang harus setiap orang miliki dan gunakan saat ini, terlebih lagi disituasi new normal.

Kegiatan diluar rumah sudah mulai banyak dilakukan masyarakat oleh karena itu perlu siap sedia dengan hand sanitizer sebagai alternative saat tidak menemukan kran air mengalir dan sabun untuk mencuci tangan.

Dalam menggunakan Hand Sanitizer juga harus waspada dan teliti, jangan sampai malah menjadi boomerang bagi kesehatan diri.

Baca juga: New Normal dalam Perspektif Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

MORITA Hand Sanitizer, menyediakan produk hand sanitizer yang sudah terjamin dan terpercaya bagi konsumennya. Keunggulan MORITA Hand Sanitizer:

  • Mengandung alcohol sebesar 80%, ini merupakan rekomendasi dari WHO dan Kemkes
  • Mendapat Ijin dari Kementerian Kesehatan, menandakan produk ini sudah terjamin aman bagi penggunanya.
  • Aroma yang bervariasi, pengguna tidak perlu khawatir bosan dan pusing saat harus mencium aroma hand sanitizer ini.
  • Harga terjangkau, dalam pandemic ini MORITA Indonesia hadir sebagai produk yang aman, sehat dan pastinya masuk disetiap kalangan sehingga dengan harga terjangkau setiap orang berhak mendapat hak kesehatannya.

Jadi, sudah tahu kan produk hand sanitizer apa yang harus kamu gunakan? Yuk lawan corona bersama MORITA Hand Sanitizer! Salam sehat.

Penulis: Naomi

Berangkat dari Sejarah Hari Pelanggan Nasional Menuju Senyuman untuk Para Pelanggan MORITA Indonesia

MORITA Indonesia – Setiap tanggal 4 September, Indonesia selalu memperingati Hari Pelanggan Nasional, dan tepat pada hari Jumat yang lalu Indonesia memperingatinya. Peringatan Hari Pelanggan Nasional banyak ditandai dengan adanya diskon dan promosi dari para penjual kepada pelanggannya.

Sejarah Hari Pelanggan Nasional

Namun, sobat tahu gak sih, bagaimana bisa tanggal 4 September ditetapkan sebagai Hari Pelanggan Nasional?

Dilansir dari Kompas.com, Hari Pelanggan Nasional ternyata tercetuskan pertama kali pada tahun 2003 oleh Handi Irawan yang merupakan Kepala dari Lembaga Riset Pemasaran Frontier Consulting Group. Dan pertama kali dicanangkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

Dengan adanya Hari Pelanggan Nasional, pemerintah, pengusaha dan karyawan diharapkan tetap memberikan perhatian khusus pada para pelanggan.

Jadi bisa dibilang ada nya fokus pada pelayanan untuk kepuasan pelanggan, sobat.

Baca juga: New Normal dalam Perspektif Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Mengutip langsung dari laman resmi HariPelanggan.com, Hari Pelanggan Nasional ini merupakan momen yang tepat untuk mendedikasikan diri dalam memompa semangat perusahaan dan seluruh fontliner dalam memberikan pelayanan yang istimewa kepada pelanggan.

Logo dari Harpelnas ini melambangkan senyum manusia dengan dasar warna hijau yang mewakili sebuah senyuman manusia yang tulus dan menandakan kepuasan. Pemilihan warna hijau menggambarakan kesejukan, keramahan dan rasa bersahabat.

Tipologi huruf kecil melambangkan sifat kerendahan hati dan keingingan untuk selalu berkembang.

Menyenangkan pelanggan memang bukan hal yang terbilang mudah, namun dengan adanya Harpelnas ini, perusahaan masih punya kesempatan untuk terus berbenah untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggan dan menciptakan senyuman bagi pelanggannya.

Dari Morita untuk Senyuman Para Pelanggan

Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional, perusahaan banyak memberikan sesuatu yang special bagi para pelanggannya. Perusahaan berlomba untuk tetap bisa memberikan senyuman pada pelanggan setianya.

Ditengah pandemic ini, MORITA Indonesia hadir dengan produk Hand Sanitizer dan Desinfektan lengkap dengan keunggulannya yang banyak dibutuhkan para pelanggannya.

Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional ini, MORITA Indonesia juga tetap berusaha memberikan senyuman bagi para pelanggannya.

Dibuktikan dengan MORITA Indonesia memberikan promo yakni diskon 25% setiap pembelian MORITA Hand Sanitizer ukuran 100 ml, 250 ml dan 500 ml dengan jangka waktu 4 – 5 September 2020 dan diskon 10% untuk semua varian pada pembelian di Lazada, Shopee dan Tokopedia.

MORITA Indonesia berusaha tetap memberikan yang terbaik bagi para pelanggannya. Karena MORITA Indonesia, make the healthy world.

Penulis: Naomi

JAGA KESEHATAN DIRI DAN KELUARGA AGAR MERDEKA DARI COVID-19

MORITA Indonesia – Hallo sobat sehat! Baru saja warga Indonesia merayakan Indonesia Merdeka yang ke 75 tahun.

Terasa sudah 75 tahun Indonesia berjuang untuk tetap mempertahankan kemerdekannya bahkan hingga saat ini negeri kita sedang berjuang “Merdeka Ditengah Pandemi”.

Indonesia telah melewati lika-liku perjalanan yang jatuh bangun, dan sudah seharusnya ditengah pandemi Indonesia tetap harus berjuang dan optimis bahwa Negeri ini bisa melewatinya.

Namun, dalam melawan covid-19 ini tak cukup hanya pemerintah yang memperjuangkannya.

Setiap elemen masyarakat diharapkan ambil andil, bisa dimulai dari yang paling kecil dan penting adalah dari diri sendiri, dari rumah masing-masing.

Baca juga: FAKTA PENTING MENCUCI TANGAN, MARI KETAHUI DAN LAKUKAN

Menjaga kebersihan diri di rumah ini menjadi sangat penting karena rumah menjadi tempat untuk tinggal setelah berpergian melakukan aktivitas.

Kuman yang dibawa dari luar bisa saja menempel dibarang-barang yang ada dirumah. Jika demikian maka kuman akan terus menempel dan menyebar ke anggota keluarga yang lain.

Oleh karena itu dengan menjaga kedisiplinan dan kebersihan diri sendiri di rumah akan bisa mencegah kuman menyebar kemanapun dan setidaknya menjaga kesehatan diri sendiri dan anggota keluarga.

 

Dilansir dari Kemkes, berikut ini cara untuk jaga diri dan keluarga dari Virus Covid-19 dengan melakukan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS):

  1. Makan makanan bergizi
  2. Rajin olahraga dan istirahat
  3. Sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir
  4. Gunakan masker bila batuk atau tutup mulut dengan lengan atas bagian dalam
  5. Tidak merokok
  6. Minum air putih 8 gelas/hari
  7. Makan makanan yang dimasak sempurna dan jangan makan daging dari hewan yang berpotensi menularkan
  8. Jaga kebersihan lingkungan
  9. Bila demam dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan
  10. Berdoa.

Gimana sobat? Sudah melakukan cara-cara diatas saat beraktivitas di rumah bersama keluarga?

Menjaga kebersihan diri di rumah bukan hal sepele ya sobat, melainkan sangat penting dilakukan dengan kesadaran setiap anggota keluarga untuk menjaga kesehatan satu sama lain.

Ayo lakukan bersama-sama dan yang belum melakukannya, belum terlambat kok.

Yuk kita sama-sama jaga kesehatan diri dan keluarga dengan disiplin jaga kebersihan di rumah. Salam sehat!

Penulis: Naomi

 

FAKTA PENTING MENCUCI TANGAN, MARI KETAHUI DAN LAKUKAN

MORITA Indonesia – Mencuci tangan langkah kecil yang sangat penting dan harus dilakukan setiap orang. Cuci tangan juga seharusnya dilakukan dengan benar.

Dilansir dari Kemkes RI, seseorang dapat terinfeksi Covid-19 melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat bersin atau batuk, droplet tersebut kemudian jatuh pada benda-benda disekitarnya.

Hal ini lah yang menjadikan mencuci tangan sangat penting dilakukan masyarakat saat beraktivitas baik didalam rumah maupun diluar rumah.

Berikut fakta-fakta penting yang harus Anda ketahui dalam mencuci tangan (dilansir dari Unicef Indonesia):

  1. Cara cuci tangan pakai sabun yang tepat. Telah mencuci tangan merupakan hal yang baik namun pastikan Anda melakukannya dengan benar.
    Langkah 1: Basahi kedua tangan secara keseluruhan dengan air bersih yang mengalir.
    Langkah 2: Tuangkan sabun ke seleuruh bagian tangan.
    Langkah 3: Gosok sabun ke telapak tangan, punggung tangan dan sela-sela jari.
    Langkah 4: Bilas kedua tangan.
    Langkah 5: Keringkan dengan handuk bersih atau tisu.
  1. Durasi mencuci tangan. Cuci tangan setidaknya selama 20 – 30 detik dan pastikan setiap sela dijari-jari sudah terkena sabun dan air bersih mengalir. Durasi ini juga dapat diterapkan dalam menggunakan Hand Sanitizer.
  1. Kapan harus mencuci tangan? Anda harus tahu kapan saja harus mencuci tangan dan pastikan Anda benar-benar mencuci tangan di waktu berikut (secara umum):
  • Sebelum dan sesudah makan
  • Setelah menggunakan toilet
  • Setelah membuang sampah
  • Setelah menyentuh hewan
  • Setelah mengganti popok bayi atau membantu anak menggunakan toilet
  • Ketika tangan terlihat kotor, Secara khusus saat:
  • Setelah membuang ingus, batuk atau bersin
  • Setelah berkunjung dari tempat umum, seperti kendaraan umum, pasar atau tempat ibadah
  • Setelah menyentuh barang di luar rumah (termasuk uang)
  • Sebelum, saat, dan sesudah merawat orang sakit
  1. Apakah membutuhkan air hangat dalam mencuci tangan?, Tidak. Air dingin dan air hangat (dan sabun) keduanya efektif dalam membunuh kuman. atau virus.
  1. Apakah perlu mengeringkan tangan dengan handuk/tissue? Ya, karena kuman menyebar lebih mudah melalui kulit yang basah.
  1. Cuci tangan dengan sabun atau dengan cairan pembersih tangan?
    Keduanya baik saat dilakukan dengan benar. Cairan pembersih berbasis alkohol lebih praktis digunakan diluar ruangan namun tidak dapat membunuh semua jenis bakteri dan virus hanya coronavirus.

Nah, melalui ulasan diatas Anda sudah bisa melihat cara mencuci tangan selama ini dan mulai lagi mencuci tangan dengan baik dan benar.

Seperti dihimbau pemerintah untuk melaksanakan protocol kesehatan di New Normal ini, alangkah baiknya dilaksanakan secara benar sehingga Anda tetap terbebas dari kuman, virus dan Covid-19. Salam sehat.

Penulis: Naomi